PENTINGNYA HIDUP DI
SAAT KINI
Sumber: KNOW YOURSELF Karya:
AHMED HULUSI
Alih Bahasa: T. J. Sagwiangsa
Ya, menurut
penjelasan yang diberikan Rasulullah Muhammad SAW, kebenarat absolut dan nyata adalah sebagai berikut:
‘Hanya ada
Allah dan tiada sesuatu pun bersamaNya.’
Dengan kata
lain, seluruh jagat dan seluruh ciptaan termasuk manusia, malaikat dan jin dan
lain-lain pada dasarnya tiada. Allah telah ada sebelum yang lain ada.
Inilah makna
pertama yang tersirat dari kalimat ini.
Namun,
kalimat yang sama bisa juga merujuk pada beberapa makna lain.
Sekumpulan
orang menemui sayidina Hazrat Ali dan menyampaikan bahwa Rasulullah Muhammad SAW
mengatakan kata-kata berikut:
‘Allah
sungguh ada dan tiada sesuatu pun bersamaNya.’
Mendengar
pernyataan ini, Hazrat Ali berhenti sejenak dan memberikan jawaban singkat
berikut:
‘Dia kini
seperti sebelumnya!’
Makna
pertama di sini menyiratkan bahwa seluruh keberadaan, manusia dan semua mahluk
tak pernah ada, namun hanya ada Allah.
Makna kedua
yang dapat ditarik dari pernyataan ini adalah bahwa meskipun semuanya ada,
tiada yang lain selain Dia. Jadi, hanya Allah yang ada dan karenanya Dia ada
secara kekal di setiap saat.
Makna ke
tiga adalah bahwa hanya Allah yang ada, seperti ditunjukkan dengan kata ‘kini’
(Al-An). Dengan kata lain, di saat kini yang tak berbatas tak berhingga milik
Allah, tidak ada yang namanya manusia, dunia dan yang lainnya, jadi mereka
tiada. Ini berarti bahwa dunia, surga dan neraka tak memiliki struktur tertentu
apapun dan semuanya merupakan entitas yang sama sekali tiada.
Sampai di
sini, agar tidak bingung dengan hal-hal yang disebutkan di atas atau agar tidak
lari dari pemahaman terhadap kebenaran masalah ini, kita harus menerima semua
hal di atas, bukannya terjebak dengan salah satunya.
Perlu
disadari bahwa kita akan menyimpang dari jalan kebenaran jika kita hanya menerima
salah satu dari ketiganya sebagai hal yang benar dan menggap yang lainnya tidak
benar.
Bukan hanya
Rasulullah Muhammad SAW sendiri, para pengikutnya juga memiliki tingkat
kesempurnaan tertentu sehingga ketika mereka bicara, kata-kata yang mereka
ucapkan merujuk pada beberapa makna. Dengan kata lain, meskipun mereka hanya
mengucapkan satu kalimat, pada kenyataannya kalimat tersebut bisa merujuk
kepada lebih dari satu realitas.
Hal yang
perlu diperhatikan di sini adalah:
Walaupun
mereka membuat beberapa pernyataan, hanya ada satu realitas karena hal lain
yang mereka ucapkan tidak lah benar.
Pada dimensi
apapun Anda berada dan makna apapun yang ada rasakan dalam dimensi ini,
semuanya terkandung dalam kalimat itu.
Dengan kata
lain, mereka menunjuk kepada beberapa realitas hanya dengan satu kalimat.
Kualitas ini disebut sebagai Jawamiul
Kalam, yaitu kemungkinan untuk menyatakan banyak arti hanya dengan beberapa
kata. Kualitas demikian hanya dimiliki oleh Rasulullah Muhammad SAW dan para
pewarisnya.
Mereka yang
termasuk dalam kategori ini hanya mengucapkan satu kalimat. Namun dari satu
kalimat ini dapat diturunkan beberapa makna, yang masing-masingnya menunjuk ke
dimensi realitas yang berbeda.
Sekali lagi, perlu ditekankan pentingnya masalah ini. Yang perlu diperhatikan di sini adalah bahwa masing-masing arti ini menunjuk pada suatu realitas tertentu. Oleh karena itu, bukan hanya satu makna tertentu yang lebih baik. Semua makna terpenuhi. Semuanya memiliki makna yang absah.
Lebih dari
itu, karena semuanya absah, tugas Anda adalah menemukan realitasnya di sekitar
dimensi sejatinya. Sebenarnya, inilah intinya. Akan keliru jika ada yang menyatakan bahwa masing-masing
arti menunjuk ke realitas ini atau realitas itu, karena masing-masing arti
dapat dianggap sebagai realitas lepas yang menunjuk ke realitas terpisah
menurut dimensi asalnya.
Untuk alasan
inilah, Anda mesti berusaha untuk memahami esensi dari setiap dimensinya
sehingga akhirnya anda dapat mengerti kebenaran dari masalah ini dengan sempurna.
Selanjutnya,
kita akan membicarakan penjelasan ke dua yang diberikan Rasulullah Muhammad SAW
mengenai masalah ini.
‘Dia yang
mengenal dirinya (Nafs) akan mengenal Pemeliharanya (Rabb)!’
Dengan kata
lain, jika Anda ingin sepenuhnya mengetahui Pemelihara anda atau jika Anda
ingin tahu apa makna sebenarnya dari kata ‘Pemeliharaku,’ pertama-tama anda
harus mengetahui apa makna yang tersirat dari kata Nafs.
Jadi, apa
itu yang disebut ‘diri’?
Apa makna
yang disiratkan pada kata ‘diri’?
Sebenarnya,
makna inti yang dikandung nama ini telah mengalami penafsiran yang sangat
menyimpang karena dipelintirkan oleh orang-orang dan sangat mustahil bahwa
Anda tidak mengetahui makna batin dari nama ini.
Kecuali jika
Anda mengetahui kebenaran dari diri Anda sendiri, mustahil bagi anda untuk
menyadari kebenaran dari Pemilihara Anda, karena diri Anda sendiri merupakan
tirai yang menutupi Anda dari Pemelihara Anda.
Lalu,
bagaimana jadinya kesadaran spiritual Anda jika Anda tak mengetahui realitas
dari diri Anda sendiri?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar